RISET SDM (JODIPAN MALANG)



PERAN KAMPUNG WISATA JODIPAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KELURAHAN
JODIPAN MALANG






  
Dosen Pembimbing :
Ike Kusdyah Rachmawati SE,MM
Disusun Oleh :
1.       HALIMATUS SA’DIYAH             (14101361)
2.       HAYU ANNUR MATIN               (14101396)
3.       ILA AYU RISMANIKA                 (14101434)
4.       INDAH PUJI LESTARI                 (14101358)
5.       KHUSNUL NUR ROSYADA        (14101282)

SEKOLAH ILMU TINGGI ASIA MALANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
2017

KATA PENGANTAR

   Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa  yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, serta doa restu dari kedua orang tua, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Riset SDM mengenai Kampung Wisata Jodipan Malang. Dalam riset tersebut penulis mengambil judul “Peran Adanya Kampung Wisata Jodipan Dalam Meningkatkan Perekonomian Serta Perubahan Pola Pikir Warga Kelurahan Jodipan Malang”. Adapun tujuan dan maksud penulisan laporan riset SDM ini merupakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah riset SDM.
Dengan tersusunnya laporan riset SDM ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan pembuatan laporan riset SDM ini antara lain :
1.    Ibu Ike Kusdyah , selaku Dosen pengajar Riset SDM
2.    Orang tua kami yang telah memberikan do’a dan dukungan baik secara moril maupun materil sehingga dalam menyusun laporan riset SDM ini berjalan dengan lancar.
3.    Para warga Kelurahan Kampung Wisata Jodipan yang bersedia untuk diwawancarai.
4.    Serta semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan laporan riset SDM yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini memiliki banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis mengharap saran dan kritik dari pembaca yang dapat membangun dan membantu penulis demi kesempurnaan laporan ini. Penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis sendiri  khusunya dan bagi pembaca pada umumnya.


                                                                              Malang, 27  April 2017


                                                                                          Penulis



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A.Latar Belakang Masalah............................................................................ 1
B.Rumusan Masalah..................................................................................... 2
C.Tujuan Penelitian...................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................... 4
A.Pengertian Riset Sdm, Teknik, Proses........................................................ 4
B.Pengertian Peran, Wisata, Pertumbuhan Ekonomi....................................... 10
C.Kriteria Dan Tipe Kampung Wisata........................................................... 13
D.Permasalahan........................................................................................... 15
E.Solusi....................................................................................................... 15
F.Profil Masyarakat Sekitar.......................................................................... 16
BAB III JENIS PENELITIAN......................................................................... 18
A.Jenis Penelitian......................................................................................... 18
B.Teknik Sampel......................................................................................... 18
C.Teknik Pengumpulan Data........................................................................ 18
D.Sumber Data............................................................................................ 19
E.Lokasi Penelitian...................................................................................... 20
BAB IV PENUTUP........................................................................................... 21
A.Kesimpulan.............................................................................................. 21
B.Saran .......................................................................................................  21
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 23


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Objek wisata di Indonesia telah mulai dikembangkan secara luas. Objek wisata alam di Indonesia terdiri atas wisata darat dan pegunungan, wisata sejarah serta wisata laut dengan berbagai keanekaragaman hayati yang ada didalamnya. Pariwisata di Indonesia telah tumbuh dan berkembang menjadi lebih pesat, hal ini tidak lepas dari peran serta masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Meningkatnya sektor pariwisata akan menjadi salah satu peluang untuk membuka lapangan pekerjaan. Lokasi wisata di Indonesia sering kali terletak di kampung-kampung, karena wisata yang terletak di kampung-kampung masih asri.
Kampung wisata merupakan suatu bentukan wisata dimana masyarakat lokal yang diharapkan akan membangun, memiliki dan mengelola langsung fasilitas wisata dan pelayanannya, sehingga masyarakat diharapkan dapat menerima secara langsung keuntungan ekonomi maupun keuntungan lainnya dari pariwisata. Salah satu pendekatan pengembangan wisata alternatif adalah desa wisata untuk pembangunan pedesaan yang berkelanjutan dalam bidang pariwisata.
Formula utama kampung wisata terwujud dalam gaya hidup dan kualitas hidup masyarakat lokal. Kehidupan dan keaslian desa/kampung wisata yang dipengaruhi oleh keadaan ekonomi, fisik dan sosial daerah pedesaan tersebut, misalnya ruang, warisan budaya, kegiatan pertanian, bentangan alam, jasa, pariwisata sejarah dan budaya, serta pengalaman yang unik dan eksotis khas daerah. Dengan demikian, suatu desa wisata harus terus dan secara kreatif mengembangkan identitas atau ciri khas daerah. Oleh karena itu, berdasarkan hal tersebut penulis dalam maklah ini akan menjabarkan definisi kampung/ desa wisata, ciri- ciri kampung wisata dan manfaatnya.
Oleh karena itu, dengan penjelasan di atas maka penulis mengambil judul “PERAN KAMPUNG JODIAPAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN JODIPAN MALANG”.

B.       Rumusan Masalah
1.         Bagaimanakah peran adanya kampung wisata Jodipan Malang terhadap peningkatan perekonomian warga Kelurahan Jodipan Malang?
2.         Berapa lama usaha yang dikelola masyarakat di tempat tersebut ?
3.         Darimana modal usaha masyarakat yang ada di kampung jodipan tersebut ?
4.         Berapakah pendapatan dari hasil usaha masyarakat di kampung jodipan ?
5.         Apakah masyarakat sekitar menjadikan usaha tersebut sebagai usaha sampingan atau pokok ?


C.       Tujuan Penelitian
1.         Untuk mengetahui peran kampung wisata Jodipan Malang terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kelurahan Jodipan Malang.
2.         Untuk mengetahui berapa lama usaha yang dikelola masyarakat di tempat tersebut.
3.         Untuk mengetahui modal usaha masyarakat yang ada di kampung jodipan tersebut.
4.         Untuk mengetahui pendapatan dari hasil usaha masyarakat di kampung jodipan.
5.         Untuk mengetahui apakah usaha masyarakat sekitar dijadikan sebagai usaha sampingan atau pokok.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian riset SDM, Teknik, Proses
1.    Pengertian Riset SDM
Riset SDM adalah penilitian sistematik SDM sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan organisasional dan pribadi perusahaan. Agus Sunyoto (2008).
Riset sumber daya manusia adalah sistematis SDM perusahaan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan organisasi dan individu. Henry Simamora  (2001).
Riset SDM adalah aktifitas dan proses untuk mengoptimalisasikan tujuan organisasional dan pribadi. Dr.Hj.Iriani Ismail, Dra,.MM.
Riset SDM yaitu suatu pemeriksaan atau pengujian yang teliti dan kritis dalam mencari fakta atau prinsip penyelidikan yang tekun guna memastikan suatu hal. (Ndraha, 1998 dalam buku Husein Umar).
Riset digunakan untuk memperoleh informasi yang objektif dan konstan. Informasi yang objektif dan konstan ini sangat diperlukan dalam rangka melakukan pengawasan dan pengendalian.
Riset sumber daya manusia (Human Resources Research) adalah kegiatan menghimpun dan menginvestigasi berbagai fakta yang terkait dengan berbagai masalah sumber daya manusia guna menghilangkan atau mengurangi masalah yang terjadi.
Riset sumber daya manusia juga dapat diartikan sebagai semua kegiatan yang melibatkan proses perencanaan, pengumpulan, penganalisisan, dan pelaporan informasi dengan tujuan memperbaiki pembuatan keputusan yang berkaitan dengan pengidentifikasian, pemecahan masalah, dan penentuan peluang dalam SDM. Dari pengertian ini, dapat ditarik beberapa poin utama, yaitu: terdiri atas beberapa tahap – merupakan suatu proses, hasil akhir berupa informasi, dan ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan manajemen SDM.

1.1  Tujuan Riset Sumber Daya Manusia
Secara umum, riset sumber daya manusia bertujuan memperoleh informasi berkaitan dengan sumber daya manusia. Selain itu, tujuan riset sumber daya manusia ialah untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan organisasional dan pribadi.
Dalam riset sumber daya manusia – dan tentunya riset dalam pemahaman umum – diharapkan mampu memberikan informasi-informasi yang berkualitas, yang dapa dijadikan “kompas (alat bantu)” pengambilan keputusan. Terdapat beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menilai bahwa informasi yang didapat merupakan informasi yang berkualitas atau tidak, diantaranya:
a.         Relevan, yang mempunyai arti bahwa informasi yang disediakan berhubungan dengan masalah penelitian SDM.
b.         Akurat, menunjukkan tingkat atau derajat ketetapan informasi yang diberikan.
c.         Reliabel, berarti informasi tersebut dapat diandalkan/ dipercayai kebenarannya.
d.         Valid, yakni informasi tersebut memiliki konsistensi.
e.         Aktual, artinya informasi masih baru atau tidak ketinggalan zaman, sehingga masih sesuai dengan konteks waktu saat keputusan akan dibuat.
2.    Pengertian teknik
Teknik adalah jalan, alat, atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik kearah tujuan yang ingin dicapai”. Hamzah B Uno, (2009:2).
Teknik diartikan sebagai metode atau sistem mengerjakan sesuatu, cara membuat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan seni. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:1158).
2.1 Teknik Riset Sumber Daya Manusia
Teknik yang biasa digunakan dalam suatu riset adalah studi kasus, survei, umpan balik, dan eksperimen.
a.      Studi Kasus
Adalah investigasi sebab-sebab yang mendasari permasalahan tertentu di suatu pabrik, departeman, atau organisasi. hasil riset diterapkan hanya pada permasalahan tertentu dan tidak dapat digeneralisasikan.


b.    Survei Umpan Balik
Poin  utama dari teknik ini adalah bahwa survey lebih sering menentukan gejala ketimbang penyebabnya. Umumnya alat yang digunakan dalam teknik ini adalah kuesioner survey. Di mana pertanyaan survey dapat bertipe pilihan ganda maupun jawaban berskala yang menanyakan tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan.
c.    Eksperimen
Eksperimen adalah teknik penelitian yang membutuhkan pengubahan variabel tertentu, sedangkan variabel yang lain dipertahankan secara konstan. Metode ini menggunakan kelompok kendali dan kelompok eksperimen. Kelompok kendali (control group) akan terus berjalan sebagaimana biasanya, sedangkan variabel yang dipilih diubah untuk kelompok eksperimen.
3.    Pengertian  Proses
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tuntutan perubahan dalam perkembangan sesuatu yang dilakukan secara terus-menerus. Selain itu pengertian lain dari proses adalah rangkaian tindakan, perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus yang dihasilkan suatu produk.
Sedangkan menurut Farie Ali S.H mendefinisikan proses sebagai suatu rangkaian kegiatan secara diketahui awalnya namun akhirnya tidak diketahui.
Dari beberapa pengertian Proses di atas, maka penulis menarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan proses adalah sesuatu tuntutan kegiatan atau tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dengan melalui tahapan-tahapan.
3.1 Proses Riset
Riset dapat menghasilkan informasi yang berkualitas jika dicapai dengan mengikuti proses yang logis. Proses tersebut adalah sebagai berikut:
a.      Mengenali Permasalahan
Mengenali permasalah dalam riset adalah merupakan hal yang mutlak, karena dalam riset itu sendiri untuk menguraikan masalah.
b.   Merumuskan Permasalahan      
Langkah berikutnya dalam suatu riset adalah merumuskan rumusan masalah secara jelas.  Rintangan utama yang harus diatasi adalah bahwa permasalahan – bukan gejalanya – harus ditentukan.
c.       Memilih Metode Investigasi
Metode yang digunakan tergantung pada sifat riset. Namun, sebagian besar riset sumber daya manusia menggunakan metode kasus dan survey.
d.      Menyeleksi dan Menggunakan Instrumen Riset yang Tepat
Penyeleksian instrument riset tergantung dari tujuan riset itu sendiri. Berbagai instrument kuantitatif untuk digunakan oleh periset sumber daya manusia. Para manajer tidak perlu menjadi seorang pakar dalam teori statistic untuk memanfaatkan instrument itu.
e.       Menginterpretasikan Hasil
Orang yang paling dekat dengan permasalahan harus berpartisipasi dalam menginterpretasikan hasil riset. Seandainya pihak luar saja yang mencoba untuk melakukan hal ini, maka mereka sering tiba pada kesimpulan yang aneh.
f.        Mengambil Tindakan
Langkah ini termasuk langkah yang paling sulit dalam suatu riset. Karena tidak jarang tindakan yang diambil bukan menyelesaikan masalah, justru menimbulkan masalah baru. Kendatipun demikian, manfaat riset hanya disadari apabila tindakan diambil untuk memecahkan masalah yang ada.
g.      Mengevaluasi Tindakan
Upaya riset belum bisa dikatakan tuntas, jika belum sampai pada evaluasi tindakan yang telah diambil. Evaluasi memerlukan suatu penilaian yang objektif ikhwal tindakan yang telah memecahkan masalah, dan bagaimana caranya. Revisi mungkin dibutuhkan, atau bahkan seluruh rancangan riset mungkin perlu dipikirkan kembali jika pengambilan tindakan ternyata tidak mampu atau kurang mampu menyelesaikan masalah.




B.     Pengertian Peran, Wisata, Pertumbuhan Ekonomi
1.      Pengertian Peran
Peran merupakan aspek dinamis kedudukan (status), apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan. Soerjono Soekanto (2002:243).  
“Peran adalah suatu kompleks pengharapan manusia terhadap caranya individu harus bersikap dan berbuat dalam situasi tertentu yang berdasarkan status dan fungsi sosialnya. Abu Ahmadi (1982)
2.      Pengertian wisata
“Wisata adalah suatu kegiatan yang bersifat bersenang-senang  yang ditandai dengan mengeluarkan uang atau melakukan kegiatan yang sifatnya konsumtif”.Heriawan (2004)
Wisata adalah proses berpergian yang bersifat sementara yang dilakukan seseorang menuju tempat lain di luar tempat tinggalnya”. Gamal (2004)
3.      Pengertian Kampung Wisata
“Kampung wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.Kampung wisata biasanya memiliki kecenderungan kawasan pedesaan yang memiliki kekhasan dan daya tarik sebagai tujuan wisata”.Wiendu (1993) .
4.      Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan atau berkembang apabila tingkat kegiatan ekonominya lebih tinggi daripada apa yang dicapai pada masa sebelumnyaMudrajad Kuncoro ( 2004).
Pertumbuhan ekonomi sebagai suatu proses yang mantap dimana kapasitas produksi dari suatu perekonomian meningkat sepanjang waktu untuk menghasilkan tingkat pendapatan nasional yang semakin besar. M.P. Todaro (edisi 4)
Terdapat tiga komponen pokok dalam definisi pertumbuhan ekonomi tersebut tersebut, yaitu :
a.         Kenaikan output secara berkesinambungan adalah manifestasi dari   pertumbuhan ekonomi sedangkan kemampuan menyediakan berbagai jenis barang merupakan tanda kematangan ekonomi (economic maturity) pada negara bersangkutan.
b.         Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkesinambungan dimana pemerintah berperan dalam investasi bidang pendidikan.
c.         Mewujudkan potensi pertumbuhan yang terkandung dalam kemajuan teknologi dilakukan penyesuaian kelembagaan, sikap, dan ideologi.  Sehingga secara sosial dan ekonomi terjadi pertumbuhan yang seiring.


Dampak Pariwisata Terhadap Bidang Ekonomi :
Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat kota Batu itu sendiri, sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat. Salah satunya dampaknya adalah dalam bidang ekonomi, antara lain :
Dampak Positifnya :
a.    Membuka lapangan kerja bagi penduduk lokal di bidang pariwisata  seperti: tour guide, waiter, bell boy, dan lain-lain.
b.    Dibangunnya fasilitas dan infrastruktur yang lebih baik demi kenyamanan para wisatawan yang juga secara langsung dan tidak langsung bisa dipergunakan oleh penduduk lokal pula. Seperti : tempat rekreasi, mall, dan lain-lain.
c.    Mendapatkan devisa (national balance payment) melalui pertukaran mata uang asing (foreign exchange).
Dampak Negatif :
a.    Bahaya ketergantungan yang sangat mendalam terhadap pariwisata.
b.    Meningkatkan inflasi dan harga jual tanah menjadi mahal.
c.    Meningkatkan impor barang dari luar negri, terutama alat-alat teknologi modern yang digunakan untuk memberikan pelayanan bermutu pada wisatawan dan juga biaya-biaya pemeliharaan fasilitas-fasilitas yang ada.


5.      Pengertian Masyarakat 
Masyarakat adalah sejumlah besar orang yang tinggal dalam wilayah yang sama, relatif independen dan orang orang di luar wilayah itu, dan memiliki budaya yang relatif sama”. Richard T. Schaefer dan Robert P. Lamm (1998).
Masyarakat adalah orang orang yang berinteraksi dalam sebuah wilayah tertentu dan memiliki budaya bersama”. John J. Macionis (1997).
C.  Kriteria dan Tipe Kampung Wisata
1.    Kriteria Kampung Wisata,  Pada pendekatan ini diperlukan beberapa kriteria yaitu :
a)      Atraksi wisata; yaitu semua yang mencakup alam, budaya dan hasil ciptaan manusia. Atraksi yang dipilih adalah yang paling menarik dan atraktif di kampung.
b)      Jarak Tempuh; adalah jarak tempuh dari kawasan wisata terutama tempat tinggal wisatawan dan juga jarak tempuh dari ibukota provinsi dan jarak dari ibukota kabupaten.
c)      Besaran kampung menyangkut masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk, karakteristik dan luas wilayah desa. Kriteria ini berkaitan dengan daya dukung kepariwisataan pada suatu kampung.
d)      Sistem Kepercayaan dan kemasyarakatan  merupakan aspek penting mengingat adanya aturan-aturan yang khusus pada komunitas sebuah kampung. Perlu dipertimbangkan adalah agama yang menjadi mayoritas dan sistem kemasyarakatan yang ada.
e)      Ketersediaan infrastruktur meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, air bersih, drainase, telepon dan sebagainya.
Masing-masing kriteria digunakan untuk melihat karakteristik utama suatu kampung untuk kemudian menetukan apakah suatu kampung akan menjadi kampung dengan tipe berhenti sejenak, tipe one day trip atau tipe tinggal inap.
2.    Tipe Kampung Wisata
Menurut pola, proses dan tipe pengelolanya kampung wisata di Indonesia sendiri, terbagi dalam dua bentuk yaitu tipe terstruktur dan tipe terbuka.

a.    Tipe terstruktur (enclave)

Tipe terstruktur ditandai dengan karakter-karakter sebagai berikut :
1.      Lahan terbatas yang dilengkapi dengan infrastruktur yang spesifik untuk kawasan tersebut. Tipe ini mempunyai kelebihan dalam citra yang ditumbuhkannya sehingga mampu menembus pasar internasional.
2.      Lokasi pada umumnya terpisah dari masyarakat atau penduduk lokal, sehingga dampak negatif yang ditimbulkannya diharapkan terkontrol. Selain itu pencemaran sosial budaya yang ditimbulkan akan terdeteksi sejak dini.
3.      Lahan tidak terlalu besar dan masih dalam tingkat kemampuan perencanaan yang integratif dan terkoordinasi, sehingga diharapkan akan tampil menjadi semacam agen untuk mendapatkan dana-dana internasional sebagai unsur utama untuk “menangkap” servis-servis dari hotel-hotel berbintang lima.

b.   Tipe Terbuka (spontaneus)

Tipe ini ditandai dengan karakter-karakter yaitu tumbuh menyatunya kawasan dengan struktur kehidupan, baik ruang maupun pola dengan masyarakat lokal. Distribusi pendapatan yang didapat dari wisatawan dapat langsung dinikmati oleh penduduk lokal, akan tetapi dampak negatifnya cepat menjalar menjadi satu ke dalam penduduk lokal, sehingga sulit dikendalikan.
D.  Permasalahan
Permasalahan yang terdapat di jodipan malang yaitu dengan lingkungan yang masih terdapat sampah berserakan di beberapa lokasi sehingga dengan sampah yang berserakan, pengunjung akan merasakan ketidaknyamanan sehingga akan berpengaruh  pula pada penghasilan dari usaha masyarakat sekitar.
E.  Solusi
Solusi dari menumpuknya sampah-sampah, masyarakat mencoba memanfaatkan botol-botol yang masih bisa di daur ulang dengan mewarnai botol-botol yang nantinya digunakan sebagai hiasan-hiasan di jodipan malang.

F.   Profil Masyarakat Sekitar
1.      Sulistiyawati
Sulistyawati merupakan pemilik toko di sekitar wisata jodipan, yang berdiri mulai pada tahun 1970 an hingga saat ini. Untuk penghasilan dari toko tersebut sekitar Rp.100.000-Rp. 200.000 perhari. Untuk membangun usaha toko ini sulistyawati menggunakan modal pribadi. Usaha ini merupakan usaha pokok yang dimiliki oleh sulistyawati.
2.      Ibu Rodiyah
Ibu rodiyah merupakan pemilik toko di sekitar wisata jodipan, usaha ini sudah berdiri selama 20 tahun sebelum wisata jodipan berdiri. Dari usaha toko tersebut, bu rodiyah mendapatkan omzet sekitar Rp. 200.000-Rp. 300.000 perhari, dimana untuk membangun usaha ini bu rodiyah memakai modal sendiri. Usaha ini merupakan usaha pokok yang dimiliki oleh ibu rodiyah.
3.      Bapak Rudi
Bapak rudi merupakan juru parkir di wisata jodipan. Aktivitas ini merupakan kegiatan sampingan dari kumpulan karang taruna, yang terdiri dari 25 anggota yang melakukan kegiatan sebagai juru parkir. Dari usaha ini bapak rudi mendapatkan penghasilan sekitar Rp. 75.000 perhari untuk setiap orang.

4.      Bapak Wimpi
Bapak wimpi merupakan pemilik toko di sekitar wisata jodipan. Usaha ini merupakan usaha yang masih baru semenjak adanya kampung jodipan. Modal dari usaha ini merupakan modal sendiri dari bapak wimpi. Dari usaha ini untuk hari-hari biasa, bapak wimpi mendapat omzet sekitar Rp. 100.000 – Rp. 150.000, namun untuk weekend bapak wimpi bisa mendapatkan omzet sekitar Rp.400.000-Rp.500.000 perhari.



BAB III
METODE PENELITIAN

A.  Jenis Penelitian
“Penelitian ini adalah penelitian dengan metode deskriptif kualitatif merupakan pencarian fakta dengan intrepretasi yang tepat, bertujuan untuk mempelajari masalah – masalah dalam masyarakat, tingkah laku dan situasi tertentu termasuk hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap, pandangan, serta proses yang sedang berlangsung yaitu menggunakan”. Whitney (1960).
B.  Teknik Sampel
Penelitian kami menggunakan teknik sampel Random Sampling,non probability sampling dengan teknik pengambilan data acidental karena dalam pengambilan data dilakukan secara acak dan dilakukan secara kebetulan.
C.  Teknik Pengumpulan Data
1.      Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab atau wawancara langsung dengan pihak yang berhubungan dengan pelaksanaan riset SDM.
2.      Teknik Observasi
Teknik observasi merupakan cara pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan secara langsung terhadap obyek penelitian yang di peroleh mengenai aktivitas pada Kampung Wisata Jodipan Malang.

3.    Dokumentasi
Teknik dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara pencatatan dari dokumentasi yang ada hubungannya dengan topik yang akan di bahas dalam laporan ini.
D.  Sumber Data
1.    Jenis dan Sumber Data
A.    Jenis Data
1.    Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang berupa keterangan dan tidak bersifat perhitungan angka serta informasi yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diangkat penulis terhadap penulisan laporan. Missal : Struktur Organisasi Rumah Sakit dan Sejarah tentang Rumah Sakit.
2.    Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang berupa angka dari berbagai sumber yang ada untuk dianalisa dan dievaluasi sehingga mendapat informasi yang akurat. Misal : Laporan Harian.
B.     Sumber Data
1.      Data Primer
Data primer merupakan data yang di peroleh secara langsung dari objek pengamatan dengan cara melakukan wawancara dan pengamatan langsung dengan pihak-pihak yang terkait pada Kampung Wisata Jodipan Malang.
2.      Data Sekunder
Data sekunder merupakan data penunjang yang di peroleh secara tidak langsung yang diperoleh dari literatur buku-buku yang berhubungan dengan permasalahan serta tujuan untuk melengkapi data primer yang dirasa kurang sempurna.
E.  Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian terletak di RT 06, 07, dan 08, RW 02, Kampung Juanda Kelurahan Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang dan terletak di bantaran Sungai Brantas.




BAB IV
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Objek wisata di Indonesia telah mulai dikembangkan secara luas. Objek wisata alam di Indonesia terdiri atas wisata darat dan pegunungan, wisata sejarah serta wisata laut dengan berbagai keanekaragaman hayati yang ada didalamnya. Pariwisata di Indonesia telah tumbuh dan berkembang menjadi lebih pesat, hal ini tidak lepas dari peran serta masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Meningkatnya sektor pariwisata akan menjadi salah satu peluang untuk membuka lapangan pekerjaan.
Secara umum, riset sumber daya manusia bertujuan memperoleh informasi berkaitan dengan sumber daya manusia. Selain itu, tujuan riset sumber daya manusia ialah untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan organisasional dan pribadi.
Dalam riset sumber daya manusia – dan tentunya riset dalam pemahaman umum – diharapkan mampu memberikan informasi-informasi yang berkualitas, yang dapa dijadikan “kompas (alat bantu)” pengambilan keputusan.

B.  Saran
Dari hasil penelitian kampung jodipan kami sebagai penulis berharap adanya peran pemerintah untuk ikut andil dalam tempat-tempat wisata khususnya kampung jodipan yang merupakan wisata yang masih baru dan masih belum banyak di kenal oleh masyarakat luas. Pemerintah harus diharapkan memperkenalkan tempat wisata jodipan di masyarakat luas khususnya untuk masyarakat di luar kota malang, agar nantinya wisata ini dapat menjadi daya Tarik bagi para pelancong dan wisata jodipan ini bisa dijadikan salah satu maskot wisata dari kota malang.
Selain itu juga, pemerintah dan masyarakat sekitar harus bekerja sama dalam mengembangkan wisata jodipan ini dengan mengatur kebersihan di area wisata, agar nantinya para pengunjung dapat merasakan nyaman tanpa terganggu dengan adanya sampah-sampah yang berserakan di area wisata jodipan.


DAFTAR PUSTAKA
Agus, Sunyoto, 2008. Manajemen sumber daya manusia, Jakarta  : Badan penerbit IPWI
Ahmadi, Abu. 1982, Sosiologi Pendidikan: Membahas Gejala Pendidikan Dalam Konteks Struktur Sosial Masyarakat, Jakarta: Bina Ilmu
Alwi Hasan, dkk. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka.
Budiono,  Teori Pertumbuhan Ekonomi, edisi 1, bpfe,Jogjakarta, 1994
Henry Simamora. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. STIE YKPN. Yogyakarta.
Mudrajad Kuncoro, “ Otonomi dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang”, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2004
M.P. Todaro,  Pembangunan Ekonomi di Dunia Ke Tiga,  edisi 4, Penerbit Erlangga, Jakarta
Pendit. S, Nyoman. 1999, Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana, Jakarta: Pradnya Paramita.
Soerjono Soekanto. 2009, Sosiologi Suatu Pengantar, Edisi Baru : Rajawali Pers.Jakarta
Soekadijo. R. G. 2000, Anatomi Pariwisata, Memahami Pariwisata Sebagai Sistematic Linkage, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Uno, Hamzah. B . 2009. Teori Motivasi & Pengukurannya. Jakarta : Bumi Aksara.
Yoeti, Oka. A. 1995, Pengantar Ilmu Pariwisata, Jakarta : Angkasa.





Komentar